kesebelasan khumairo'
Inanunoid bermain kata, posted 10th november 2011
Hari itu pagi buta ba’da istighotsah banyak yang terlelap, ditemani sejuknya udara dan matahari yang masih malu untuk muncul.
Aku dan 10 temanku berencana untuk safari pagi. Tujuan kami tak jauh-jauh hanya Pasar Peterongan. Kami menyebut kami semua kesebelasan, kalo saya sih bilangnya kesebelasan khumairo’ karena kami mengelilingi dan berjalan-jalan dengan bangganya sambil mengenakan khumairo’ khumairo’ itu sebutan untuk baju kebesaran kami untuk keluar pondok. Nanti di bagian akhir ada beberapa dokumentasi selama perjalanan dari podok-pasar, pasar-pondok.
Sebelumnya ini beberapa gambar satu persatu personil kesebelasan khumairo’
Keterangan :
1. 1 Inan
2. 2 Ivik
3. 3 Dara
4. 4 Uyung
5. 5 Virda
6. 6 Mira
7. 7 Wilda
8. 8 Dliyah
9. 9 Syinsyin
10. 10 Zanuba
11. 11 Intan
Mereka itu kecuali yang nomor 1 sudah berjasa sekali, karena mereka telah mewarnai saya dan menemani saya dalam menghadapi masa SMA.
Kembali ke topik, kesebelasan khumairo’.
Ini beberapa dokumentasi dari kami.
Sebelum masuk pasar mampir ATM dulu

Mau beli gaayung, gelas, dan keperluan lainnya
Setelah muter-muter 2 jam di pasar. Kmipun memutuskan untuk pulang. Tapi sebelumnya karena chinsong [wilda] ada yang mau dibeli kita mampir dulu ke Indomart. Sekalian beli-beli lagi deh J.

Ngeliat tempat eskrim jadi pingin :-3

Dubbing:
[dliyah: vir, ada 5 ribuan gak
virda: ada nih ]
J

Barang yang aku beli

Pamer belanjaan
Nah, setelah kita pulang semua yang ada di asrama berjalan seperti biasa. Aku ama uyung, wilda, mira, zanuba langsung go to warnet untuk ngupload foto-foto.
\ Eh, apes banget! Besoknya pas Idul Adha kita bersebelas malah dapet takziran. Takziran itu semacam hukuman [sebutan di pondokku]. Karena keluarnya kita kemaren itu termasuk ilegal dan gak pake surat ijin. Kita dibilang kabur. Walopun jelas-jelas waktu kita mau berangkat persiapannya lama [tunggu-tungguan anak 11 red]. Tapi kita gak dicegat tuk beli surat ijin malah dibiarin #antiklimaks. Okelah kita nerima takziran kabur, sanksi yang kita terima yaitu Baca Surat Yasin. Setelah ngebaca dengan kompak di depan mushola seleselah takziran kita dan kita pergi ke sekolah untuk qurbanan. Tapi wildani gak ikut karena kita beda sekolah. Ivik ama dliyah awalnya ikut, tapi malu kat=rena gak sekolahnya kan. Mereka pulang deh.
Sekian dulu, sekilas tentang kesebelasn khumairo’ku tersayang yah.



Comments
Post a Comment